AiRadio Jogja

Radionya Kaula Muda Indonesia

Bahas Potensi Ancaman Pertahanan Negara, Kepala Bakamla Hadiri Rapim Kemhan 2022

Kamis, 20 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia menghadiri Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan tahun 2022

Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia menghadiri Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan tahun 2022

Jakarta, SemeruPost – Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia menghadiri Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan tahun 2022 yang berlangsung di Lapangan Urip Sumohardjo Kemhan, Jl. Medan Merdeka Barat No. 13-14, Jakarta Pusat, Kamis (20/1/2022).

Rapat pimpinan Kemhan 2022 dipimpin oleh Menhan Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto mengambil tema “Konsolidasi Pembangunan kekuatan Pertahanan Negara”.

Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto dalam sambutannya mengatakan Rapim Kemhan ini merupakan kegiatan yang strategis karena melalui kegiatan inilah akan disampaikan kebijakan strategis pertahanan negara dalam penyelenggaraan lertahanan negara tahun 2022

Rapim Kemhan ini merupakan kegiatan yang strategis karena di sinilah akan disampaikan kebijakan pertahanan negara yang menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pertahanan negara tahun 2022. Lebih jauh melalui Rapim Kemhan ini diharapkan adanya sinergitas koordinasi lebih erat lagi demi kelancaran dan suksesnya tugas-tugas kita ke depan.

Lebih lanjut dikatakannya, dari skala geografis negara Indonesia terletak di Indopasifik yang memiliki letak strategis yang sangat dinamis. Indopasifik merupakan kawasan yang mempertemukan kekuatan besar dunia Yakni AS, Jepang, Rusia dan The New super power Tiongkok. Indopasifik diposisikan sebagai hak dari interaksi negara-negara tersebut yang berada di kawasan baik secara bilateral maupun multilateral.

Dikatakannya, perkembangan lingkungan strategis baik regional maupun nasional sangat dinamis dan kompleks sehingga memunculkan berbagai ancaman baik militer, non militer maupun hibrida yang diprediksi masih akan mengancam kepentingan nasional kita dimasa mendatang.

Ancaman militer diperkirakan masih berpotensi muncul dan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman militer bisa berbentuk ancaman kekuatan militer asing, atau kekuatan bersenjata dari dalam negeri seperti konflik terbuka, perang konvensional, pelanggaran wilayah perbatasan darat laut maupun udara, seperatisme, dan lainnya.

“Kebijakan pertahanan negara harus mampu dan menjadi solusi dalam menghadapi ancaman yang mungkin ditimbulkan dari dinamika lingkungan strategis nasional, regional maupun global,” kata Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto.

Mengakhiri sambutannya Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto memberikan atensi, di antaranya, pertama kita harus tingkatkan kesiapan dan profesionalisme pertahanan keamanan untuk penanganan terorisme, radikalisme, Sekularisme, bahaya laten yang ada, bencana alam, bantuan kemanusiaan dan tugas visi perdamaian dunia. Kedua, kita harus perkuat kerja sama pertahanan dan keamanan dengan negara-negara ASEAN dan negara lainnya dalam rangka menciptakan saling percaya.

Ketiga, kita harus wujudkan satuan produksi di satuan-satuan TNI sesuai kebutuhan untuk optimalkan tugas TNI melalui operasi perang maupun operasi selain perang. Keempat, kita harus siap pertahanan wilayah pulau-pulau besar secara mandiri dengan penyiapan cadangan pangan, air, energi dan sarana prasarana lainnya guna wujudkan logistik pertahanan yang tersebar seluruh NKRI.

Kelima, kita harus perkuat Coastal Missile System dan Coastal Surveillance System untuk melaksanakan pengendalian selat-selat strategis sesuai dengan adanya ALKI 1,2 dan 3. Keenam, kita harus wujudkan sinkronisasi penataan ruang pertahanan berupa ruang wilayah pertahanan, wilayah rinci pertahanan keamanan dan kawasan strategis nasional. Ketujuh, kita harus laksanakan evaluasi dan perbaikan di seluruh jajaran satuan kerja Kementerian Pertahanan Keamanan Republik Indonesia dan TNI.

Rapim ini dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudo Margono, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan para pati dilingkungan TNI AD, TNI AL, TNI AU maupun Kementerian/Lembaga.(Humas Bakamla RI)

Berita Terkait

Satgas Udara Semai 1,6 Ton Garam NaCl Tingkatkan Penanggulangan Karhutla di Palembang
TNI Terjunkan 289 Personel Tim Penyuluhan ke Palembang, Palangkaraya, dan Banjarmasin
TNI Kirim 12 Ton Garam untuk Dukung Operasi Modifikasi Cuaca di Kendari
TNI dan BMKG Semai 2,4 Ton NaCl di Langit Palembang
TNI dan BMKG Semai 2,8 Ton Garam di Kalimantan
Panglima TNI Pimpin Pemberangkatan Misi PBB Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-M MINUSCA
Percepat Penanganan Karhutla, TNI Kirimkan 13 Ton NaCl ke Banjarmasin dan Palangkaraya
Panglima TNI Hadiri Rapat Dewan Pertahanan Nasional Dipimpin Menhan RI

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 22:53 WIB

Satgas Udara Semai 1,6 Ton Garam NaCl Tingkatkan Penanggulangan Karhutla di Palembang

Rabu, 4 November 2026 - 22:46 WIB

TNI Terjunkan 289 Personel Tim Penyuluhan ke Palembang, Palangkaraya, dan Banjarmasin

Rabu, 4 November 2026 - 22:41 WIB

TNI Kirim 12 Ton Garam untuk Dukung Operasi Modifikasi Cuaca di Kendari

Selasa, 3 November 2026 - 14:43 WIB

TNI dan BMKG Semai 2,4 Ton NaCl di Langit Palembang

Selasa, 3 November 2026 - 11:47 WIB

TNI dan BMKG Semai 2,8 Ton Garam di Kalimantan

Selasa, 3 November 2026 - 11:30 WIB

Percepat Penanganan Karhutla, TNI Kirimkan 13 Ton NaCl ke Banjarmasin dan Palangkaraya

Senin, 2 November 2026 - 11:41 WIB

Panglima TNI Hadiri Rapat Dewan Pertahanan Nasional Dipimpin Menhan RI

Senin, 2 November 2026 - 11:22 WIB

Tingkatkan Penanganan Karhutla di Palembang, Satgas Udara Semai 5,6 Ton Garam NaCl

Berita Terbaru

TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta penanggulangan kabut asap di wilayah Palembang

News

TNI dan BMKG Semai 2,4 Ton NaCl di Langit Palembang

Selasa, 3 Nov 2026 - 14:43 WIB

Satuan Tugas (Satgas) TNI yang tergabung dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali melaksanakan penyemaian bahan modifikasi cuaca berupa 2,8 ton garam

News

TNI dan BMKG Semai 2,8 Ton Garam di Kalimantan

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:47 WIB