AiRadio Jogja

Radionya Kaula Muda Indonesia

Kodam Kasuari Tampilkan Pasukan Tradisional Saat HUT Infanteri di Yonif 761/KA

Senin, 19 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kodam XVIII/Kasuari peringati Hari Infanteri ke 74 Tahun 2022 secara sederhana di Batalyon Infanteri (Yonif) 761/Kibibor Akinting

Kodam XVIII/Kasuari peringati Hari Infanteri ke 74 Tahun 2022 secara sederhana di Batalyon Infanteri (Yonif) 761/Kibibor Akinting

Manokwari, SemeruPost – Kodam XVIII/Kasuari peringati Hari Infanteri ke 74 Tahun 2022 secara sederhana di Batalyon Infanteri (Yonif) 761/Kibibor Akinting (KA), Distrik Warmare, Manokwari, Papua Barat, Senin (19/12/2022).

Dalam upacara yang dipimpin langsung oleh Kasdam XVIII/Kasuari, Brigjen TNI Yusuf Ragainaga, ditampilkan pasukan “tradisional” memakai seragam dan menirukan gerakan pasukan yang digambarkan sebagai pejuang-pejuang terdahulu dengan membawa bendera merah putih yang di akhiri dengan meminum dan pembelahan dengan kelapa muda yang diiringi dengan letusan senapan LE oleh pasukan tradisional. Upacara di akhiri pembacaan Amanat Panglima Besar Jenderal Soedirman dan pengucapan Ikrar Korps Prajurit Infanteri serta penyerahan simbol dan penyerahan duplikat Bendera Yudha Wastu Pramuka dan duplikat Pataka Kodam XVIII/Kasuari.

Komandan Pussenif (Danpussenif), Letnan Jenderal TNI Arif Rahman, M.A. dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Kasdam menyampaikan latar belakang historis lahirnya hari infanteri tidak terlepas dari keberhasilan perang gerilya di bawah Komando Panglima Besar Jenderal Sudirman.

“Berdasarkan keputusan Panglima Besar Jenderal Sudirman yang tertuang dalam Perintah Kilat No. 1/PB/D/48 tanggal 19 Desember 1948, perang gerilya dilaksanakan oleh angkatan perang yang didukung penuh oleh rakyat ditiap-tiap kantong perlawanan (Wehrkreise),” ucapnya.

Ia menambahkan, Panglima Besar Jenderal Sudirman memimpin langsung para pejuang saat melawan Belanda dengan menggunakan senjata tradisional dan perlengkapan perang yang terbatas.

“Para pejuang kita mampu mengatasi Tentara Belanda yang sudah memiliki senjata modern, metode perlawanan yang diterapkan yaitu serbu dan lari (Hit And Run) berasal dari basis gerilya yang tidak mengenal waktu operasi, para pejuang melakukan penyerangan ke pos-pos yang dijaga belanda atau saat konvoi,” tuturnya.

Taktik tersebut membuat Belanda bingung dan kewalahan karena melakukan penyerangan tiba-tiba.

“Strategi dan taktik tersebut membuat pasukan Belanda lemah dan kalah, sehingga mereka terpaksa mundur. Dari peristiwa tersebut, kita bisa mengambil nilai-nilai berupa jiwa nasionalisme, cinta tanah air, rela berjuang, pantang menyerah dan manunggal dengan rakyat. nilai-nilai tersebut harus selalu terpatri dalam jiwa dan sikap serta perilaku setiap prajurit korps Infanteri,” ungkapnya.

Di akhir Danpussenif menginstruksikan agar seluruh prajurit Korps Infanteri mampu menjadi pelopor dalam mengatasi kesulitan rakyat di sekitarnya, selain itu untuk selalu berdiri kokoh di atas fondasi jati diri prajurit sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Profesional, selain itu tingkatkan semangat jiwa korsa yang positif, namun jangan sampai terjebak dalam jiwa korsa yang sempit.

“Tema Hari Infanteri ke-74 ini yaitu “Infanteri Yang Modern Dan Selalu Di Hati Rakyat” adalah sangat tepat dan patut dijadikan pedoman dan arah bagi prajurit Korps Infanteri dalam mengemban tugas di masa yang akan datang,” kata Danpussenif dalam amanatnya.

Ikut dalam kegiatan ini, para pejabat Kodam XVIII/Kasuari, para prajurit Kodam baik Perwira, Bintara dan Tamtama yang memiliki Korps Infanteri, pejabat dan personel Brimob Polda Papua Barat serta para pengurus Persit PD XVIII/Kasuari. (Pendam XVIII/Ksr)

Berita Terkait

TNI Temukan Black Box MI-17, Kunci Penting Pengungkapan Penyebab Kecelakaan
Kedekatan Satgas INDO RDB XXXIX-H Monusco dengan Warga Lokal Melalui Pendidikan dan Pengamanan
Koops TNI Habema Amankan Tujuh Senjata dalam Operasi Gabungan di Yahukimo
119,32 Hektare Kawasan TNKS Terdampak Tambang Emas Ilegal, Satgas PKH Turun Tangan
TNI Perkuat Kompetensi Perwira, Siapkan Aparat Teritorial Pendukung Pembangunan
Jenazah Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo Ditemukan, TNI Tuntaskan Evakuasi Korban Helikopter Mi-17V5
Kodim 1714/Puncak Jaya Sinergi Polri dan Pemda Gelar Kegiatan Jumat Bersih di Pasar Agalomuni
Negara Hadir untuk Keluarga Prajurit, Panglima TNI Pastikan Hak Ahli Waris Terpenuhi

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 19:38 WIB

TNI Temukan Black Box MI-17, Kunci Penting Pengungkapan Penyebab Kecelakaan

Sabtu, 7 November 2026 - 17:11 WIB

Kedekatan Satgas INDO RDB XXXIX-H Monusco dengan Warga Lokal Melalui Pendidikan dan Pengamanan

Sabtu, 7 November 2026 - 17:06 WIB

Koops TNI Habema Amankan Tujuh Senjata dalam Operasi Gabungan di Yahukimo

Jumat, 6 November 2026 - 23:10 WIB

119,32 Hektare Kawasan TNKS Terdampak Tambang Emas Ilegal, Satgas PKH Turun Tangan

Jumat, 6 November 2026 - 23:04 WIB

TNI Perkuat Kompetensi Perwira, Siapkan Aparat Teritorial Pendukung Pembangunan

Jumat, 6 November 2026 - 12:17 WIB

Kodim 1714/Puncak Jaya Sinergi Polri dan Pemda Gelar Kegiatan Jumat Bersih di Pasar Agalomuni

Kamis, 5 November 2026 - 20:56 WIB

Negara Hadir untuk Keluarga Prajurit, Panglima TNI Pastikan Hak Ahli Waris Terpenuhi

Kamis, 5 November 2026 - 20:50 WIB

Panglima TNI Pimpin Pemakaman Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah yang Gugur dalam Misi Kemanusiaan Penanganan Karhutla

Berita Terbaru