SEMERUPOST, PULAU SAPUDI – kecamatan Gayam terdampak kekeringan sejak 4 bulan terakhir diantaranya Desa Prambanan, Desa Nyamplong dan Gendang Barat. masyarakat terdampak kesulitan air bersih.
SAHRI (55) warga Desa Prambanan Dusun minomi,kec. Gayam, Kabupaten Sumenep mengaku, ia dan warga sekitar sudah 4 bulan lebih menderita kekurangan air untuk kebutuhan rumah tangga. “Kekeringan di sini lebih 4 bulan yah, sejak musim kemarau. Kami memang bukan lagi kekurangan air untuk lahan, tapi kekurangan air untuk kebutuhan sehari-hari, buat mandi, masak, nyuci,” kata Sahri, ditemui saat mandi di Sumber Toggung dengan jarak tempuh sekitar 3,5km. Selasa (3/9/2024).
Setiap tahunnya Sahri mengaku kerap menderita kekeringan di wilayah desa tempat tinggalnya.
Namun baru tahun ini kekeringan lebih parah dari tahun sebelumnya ” kekeringan lebih parah tahun ini ketimbang tahun kemaren pungkasnya”.
Lebih lanjut Aktivis kepulauan Misyanto, menjelaskan bahwa sumber air di Kecamatan ada.
” Sumber air ada di beberapa titik termasuk di desa prambanan hanya saja belum bisa di manfaatkan dengan baik dengan kendala fasilitas yang belum tersedia, semisal sumur dan pipanisasi pungkasnya.
Harapan besar misyanto pemerintah kabupaten dan Provinsi turut andil agar masyarakat setiap tahunnya tidak merasakan kekeringan.
Sementara itu belum ada tindakan apapun dari BPDB kabupaten Sumenep ataupun provinsi terkait kekeringan di tiga Desa tersebut. (Salam)
















