AiRadio Jogja

Radionya Kaula Muda Indonesia

Quick Response TNI Pascaserangan Brutal OPM terhadap Warga Sipil di Camp Wini Kalikuluk MP 69

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satgas TNI di lapangan terus mengutamakan perlindungan masyarakat sipil

Satgas TNI di lapangan terus mengutamakan perlindungan masyarakat sipil

Papua, SemeruPost – Duka kembali menyelimuti tanah Papua. Kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melakukan serangan mendadak dan mematikan terhadap warga sipil di wilayah Camp Wini Kalikuluk MP 69, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Aksi brutal yang diduga dilakukan kelompok OPM pimpinan Guspi Waker itu tidak hanya menebar ketakutan, namun juga merenggut masa depan seorang anak perempuan tak berdosa berusia sekitar 12–15 tahun.

Di tengah dinginnya malam Papua, tangis keluarga pecah ketika korban harus mengembuskan napas terakhir akibat luka tembak yang dideritanya.

Selain korban meninggal dunia, seorang warga lainnya dilaporkan mengalami luka tembak pada bagian betis kaki kiri dan kini masih menjalani perawatan medis intensif.

Sementara itu, sejumlah masyarakat memilih meninggalkan camp dan mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman demi menyelamatkan anak-anak dan keluarga mereka dari ancaman teror bersenjata.

Sebelum insiden terjadi, personel Satgas TNI yang melaksanakan pengamanan wilayah MP 69 telah mendeteksi adanya pergerakan mencurigakan. Dari hasil pemantauan tersebut, terdengar dua kali letusan senjata api dari arah Camp David di seberang sungai, yang diduga berasal dari kelompok OPM pimpinan Guspi Waker.

Tidak lama berselang, kelompok separatis tersebut kembali melepaskan rentetan tembakan yang diarahkan ke posisi personel Satgas TNI di sekitar Camp Wini Kalikuluk, sehingga memicu situasi mencekam di tengah pemukiman warga sipil.

Dalam kondisi penuh ancaman tersebut, prajurit TNI tetap mengedepankan prinsip Rules of Engagement (ROE), dengan memastikan setiap tindakan dilakukan sesuai hukum, menjunjung tinggi HAM, etika, serta nilai-nilai kemanusiaan. Namun bagi TNI, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.

Berpegang pada prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto — keselamatan rakyat merupakan prioritas utama — personel bergerak cepat mengevakuasi warga sipil, terutama perempuan dan anak-anak, ke lokasi yang lebih aman sebelum melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang melarikan diri ke dalam hutan.

Di tengah situasi penuh kepanikan, personel TNI menemukan seorang anak perempuan yang mengalami luka tembak pada bahu kiri di sekitar Camp Wini.

Dengan penuh kepedulian dan harapan agar nyawanya dapat diselamatkan, prajurit menandu korban menuju pusat pelayanan kesehatan terdekat.

Namun takdir berkata lain. Di perjalanan menuju fasilitas kesehatan, tepatnya di Jalan Poros MP 69, anak tersebut dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak yang dideritanya.

Kepergian korban meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, masyarakat, dan seluruh pihak yang mendambakan Papua damai tanpa kekerasan.

Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menegaskan bahwa Satgas TNI di lapangan terus mengutamakan perlindungan masyarakat sipil dalam setiap pelaksanaan tugas pengamanan wilayah Papua.

“Tindakan yang dilakukan personel telah sesuai prosedur dan dilakukan secara terukur untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban dari masyarakat sipil. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan salah satu korban luka, Irince Wandikbo, tembakan berasal dari arah Camp David di seberang sungai ketika warga tengah berkumpul bersama keluarga di dalam camp.

Hingga saat ini Sabtu, 09 Mei 2026, jajaran Satgas TNI Kewilayahan masih melaksanakan patroli pengamanan dan pendalaman terkait aksi penembakan tersebut. TNI juga terus meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas kelompok OPM pimpinan Guspi Waker yang diduga berupaya menciptakan teror dan menunjukkan eksistensinya di wilayah Kalikuluk dan sekitarnya.

Di balik duka yang kembali menyelimuti Papua, harapan akan perdamaian tetap hidup. Masyarakat Papua mendambakan masa depan yang aman, tempat anak-anak dapat tumbuh tanpa suara tembakan, dan keluarga dapat hidup tenang tanpa bayang-bayang kekerasan.

Negara melalui TNI berkomitmen terus hadir menjaga keamanan, melindungi rakyat, serta memastikan tanah Papua tetap menjadi bagian damai dari bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(Sumber: Pen Koops TNI Habema)

Autentikasi: Letkol Inf Wirya Arthadiguna, Kapen Koops TNI Habema

Berita Terkait

DFC Minusca Mayjen TNI Maychel Asmi Hadiri Peringatan UN Day 2026 di Republik Afrika Tengah
Percepat Penanganan Karhutla, TNI Lanjutkan Pengiriman Bahan Semai ke Banjarmasin dan Palembang
TNI Semai 6 Ton Garam untuk Tingkatkan Curah Hujan di Wilayah Kalimantan
Satgas Udara Semai 7,2 Ton dry ice dan NaCl Tingkatkan Penanganan Karhutla di Palembang
Dirpuanter Ster TNI Tutup Penataran Tenaga Pendidik Teritorial TA 2026
Percepat Penanganan Karhutla, TNI Kirimkan 20 Ton NaCl ke Banjarmasin dan Palembang
Ditressiber Polda Jatim Bongkar Bisnis Jual Beli 6.000 Kartu SIM dan Promosi Judi Online
Satgas Udara Semai 7,2 Ton Bahan Operasi Modifikasi Cuaca Tanggulangi Karhutla di Palembang

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:43 WIB

DFC Minusca Mayjen TNI Maychel Asmi Hadiri Peringatan UN Day 2026 di Republik Afrika Tengah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Percepat Penanganan Karhutla, TNI Lanjutkan Pengiriman Bahan Semai ke Banjarmasin dan Palembang

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:43 WIB

TNI Semai 6 Ton Garam untuk Tingkatkan Curah Hujan di Wilayah Kalimantan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Satgas Udara Semai 7,2 Ton dry ice dan NaCl Tingkatkan Penanganan Karhutla di Palembang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Dirpuanter Ster TNI Tutup Penataran Tenaga Pendidik Teritorial TA 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ditressiber Polda Jatim Bongkar Bisnis Jual Beli 6.000 Kartu SIM dan Promosi Judi Online

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Satgas Udara Semai 7,2 Ton Bahan Operasi Modifikasi Cuaca Tanggulangi Karhutla di Palembang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:23 WIB

TNI Semai 11 Ton Bahan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla di Kalimantan

Berita Terbaru