AiRadio Jogja

Radionya Kaula Muda Indonesia

Bakamla RI Jadi Pembicara Forum Ke-8 SEAMLE

Jumat, 8 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pranata Humas Ahli Madya Kolonel Bakamla Dr. Wisnu Pramandita, S.T., M.M., M.Tr. Hanla., saat menjadi pembicara dalam forum ke-8 SEAMLE

Pranata Humas Ahli Madya Kolonel Bakamla Dr. Wisnu Pramandita, S.T., M.M., M.Tr. Hanla., saat menjadi pembicara dalam forum ke-8 SEAMLE

Jakarta, SemeruPost – Ancaman maritim terbesar yang dihadapi oleh Indonesia saat ini adalah transnational organized crime dan illegal fishing. Pareto diagram jumlah isu keamanan maritim menunjukkan bahwa kedua jenis kejahatan ini memberikan 70% kontribusi semua isu keamanan maritim di Indonesia. Sebut saja yang lainnya adalah border disputes, armed robbery/piracy, kecelakaan di laut, cybercrime, tumpahan minyak, terorisme, dan invasion.

Demikian dikatakan Pranata Humas Ahli Madya Kolonel Bakamla Dr. Wisnu Pramandita, S.T., M.M., M.Tr. Hanla., saat menjadi pembicara dalam forum ke-8 Southeast Asia Maritime Law Enforcement Initiative (SEAMLE) yang diselenggarakan US Coast Guard bekerja sama dengan Philippines Coast Guard, melalui video teleconference, Jumat (8/4/2022).

Kolonel Bakamla Dr. Wisnu Pramandita menjelaskan, terkait dengan kejahatan transnasional yang paling berbahaya adalah penyelundupan khususnya Narkoba. Ada peningkatan kasus tangkapan Narkoba sepanjang 4-5 tahun belakangan, meskipun terjadi penurunan total berat yang didapat. Hampir 80-90% narkoba masuk ke Indonesia melalui laut di pesisir Selat Malaka, Kalimantan dan Jawa Barat bagian selatan. Narkoba itu diselundupkan dari berbagai tempat produksi Narkoba di luar negeri seperti Golden Triangle, Golden Chrysant, Golden Peacock dan juga Africa.

Selain itu juga, Wisnu menjelaskan pencari suaka adalah modus lain dari kejahatan ini. Sering kali para pencari suaka ini tidak punya pilihan selain ditipu dan dikirim oleh jaringan kejahatan transnasional, lalu dibiarkan tenggelam di laut.

Setiap tahun, Indonesia memiliki kasus ini dan dalam dua tahun terakhir, lebih dari 500 pencari suaka dari kasus Rohingya. Berdasarkan data Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, pada pertengahan tahun 2021 terdapat 13.343 orang berstatus pengungsi. Namun, ada 3.223 pencari suaka dari 20 negara yang belum diproses.

Dikatakan Kolonel Bakamla Dr. Wisnu Pramandita, ancaman IUUF merupakan jenis kejahatan maritim terbesar kedua yang terjadi di Indonesia. Secara umum, hal ini terjadi di WPP (Wilayah Pengelolaan Perikanan) 711 di Laut Natuna Utara, WPP 572 di Selat Malaka dan WPP 716 di Laut Sulawesi.

Di WPP 711, IUUF sebagian besar dilakukan oleh kapal penangkap ikan asing dari Vietnam dan ada juga dari Malaysia. Di WPP 572, IUUF paling banyak dilakukan oleh kapal penangkap ikan asing asal Malaysia. Sedangkan di WPP 716, sebagian besar berasal dari Filipina, dan sebagian lagi dari Malaysia. Menurutnya, perlu ada kerja sama antar aparat penegak hukum di laut yang erat untuk mengatasi wilayah batas yang masih dalam klaim masing-masing secara unilateral atau sepihak.

Di akhir paparan, Kolonel Bakamla Dr. Wisnu Pramandita mengusulkan konsep untuk menjamin terwujudnya keamanan maritim dan menghadapi seluruh ancaman ini secara sistematis. Strategi maritim ini meliputi (1) mengumpulkan informasi, Informasi adalah salah satu elemen kekuatan, dan kita dapat mengambilnya dari banyak sumber seperti radar, satelit, media sosial, termasuk informasi yang berasal dari aset patroli kita. (2) Menutup celah daerah operasi yang tidak tercover. (3) bekerja sama dengan berbagai forum sebagai media untuk berbagi ilmu dan membangun informasi. Dan (4) Melaksanakan pendekatan diplomatik dengan negara sahabat yang saling berbatasan.

Forum SEAMLE ini digelar sejak 4 April 2022 dan dibuka oleh RADM Ronnie Gavan, Coast Guard Maritime Security and Law Enforcement Command, Philippine Coast Guard dan RADM Peter Gautier, Deputy Pacific Area Commander, US Coast Guard. Kegiatan diikuti peserta negara Coast Guard dari Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Malaysia, Kamboja, dan Amerika Serikat. (*)

Berita Terkait

Kodim 1714/Puncak Jaya Peduli Pengungsi dan Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Kampung Tirineri
Satgas TMMD Bangun Fasilitas 5 Unit MCK Umum untuk Warga Kampung Keakwa
Panglima TNI Hadiri Pertemuan Purnawirawan TNI di Kemhan
Ketum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon Buka Kejurnas Taekwondo Cadet dan Junior 2026: Ingatkan Sportivitas Atlet dan Wasit
TNI-Polri Kawal Ketat Penyaluran Bantuan Pengungsi Kampung Kembru di Puncak Jaya
Panglima TNI Dampingi Menhan RI Tinjau Latihan Gabungan di Karimunjawa
Dansatgas Tinjau Progres Pembangunan TMMD di Kampung Keakwa Pasca Pembukaan Resmi
Masuk Hari Kedua TMMD ke-128: Personel Satgas Kejar Progres Sasaran Fisik

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 15:31 WIB

Kodim 1714/Puncak Jaya Peduli Pengungsi dan Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Kampung Tirineri

Sabtu, 25 April 2026 - 21:42 WIB

Satgas TMMD Bangun Fasilitas 5 Unit MCK Umum untuk Warga Kampung Keakwa

Jumat, 24 April 2026 - 18:09 WIB

Panglima TNI Hadiri Pertemuan Purnawirawan TNI di Kemhan

Kamis, 23 April 2026 - 22:16 WIB

Ketum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon Buka Kejurnas Taekwondo Cadet dan Junior 2026: Ingatkan Sportivitas Atlet dan Wasit

Kamis, 23 April 2026 - 21:34 WIB

Panglima TNI Dampingi Menhan RI Tinjau Latihan Gabungan di Karimunjawa

Kamis, 23 April 2026 - 17:41 WIB

Dansatgas Tinjau Progres Pembangunan TMMD di Kampung Keakwa Pasca Pembukaan Resmi

Kamis, 23 April 2026 - 15:00 WIB

Masuk Hari Kedua TMMD ke-128: Personel Satgas Kejar Progres Sasaran Fisik

Rabu, 22 April 2026 - 20:41 WIB

Bupati Mimika Buka TMMD Reguler ke-128 Kodim 1710/Mimika: Kampung Keakwa Jadi Sasaran Utama

Berita Terbaru