AiRadio Jogja

Radionya Kaula Muda Indonesia

Bakamla RI Jelaskan situasi Laut Natuna Utara saat ini

Jumat, 17 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M. menegaskan bahwa situasi di Laut Natuna Utara tetap aman terkendali

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M. menegaskan bahwa situasi di Laut Natuna Utara tetap aman terkendali

Jakarta, SemeruPost – Kepala Bagian Humas dan Protokol Bakamla RI, Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita, S.T., M.M., M.Tr.Hanla mengatakan, di Laut Natuna Utara memang banyak kapal asing karena wilayah tersebut merupakan pintu masuk dari dan keluar lalu lintas kapal yang melalui Selat Sunda dan Selat Malaka. Hal ini disampaikan dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu (18/9/2021).

Dalam kesempatan itu, Wisnu juga menjelaskan kata “ribuan” yang disampaikan oleh Sestama Bakamla Laksda TNI S. Irawan bermakna umum, tidak dalam waktu yang berdekatan dan juga mencakup laut china selatan. “Laut Natuna Utara kan berbatasan langsung dengan Laut China Selatan,” tegas Wisnu.

Wisnu juga mengungkapkan bahwa Bakamla telah mengajukan rekomendasi kebijakan dan strategi menghadapi situasi di perbatasan termasuk di Laut China Selatan ke Kemenkopolhukam. Dalam rekomendasi Bakamla, untuk menghadapi situasi di wilayah perbatasan, diperlukan tidak saja kehadiran aparat, tetapi juga pelaku ekonomi termasuk nelayan dan kegiatan eksplorasi ESDM serta penelitian.

Saat ini Bakamla tengah menyusun rencana aksi terkait rekomendasi kebijakan tersebut, salah satunya adalah mendorong konsep pembentukan Nelayan Nasional Indonesia yang bertujuan mendorong kehadiran pelaku ekonomi sekaligus mendukung kegiatan monitoring di wilayah penangkapan ikan di LNU.

Terpisah, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M. menegaskan bahwa situasi di LNU tetap aman terkendali, saat ini nelayan tidak perlu khawatir serta dapat tetap beraktivitas sebagaimana biasanya, hal ini disampaikan kepada salah satu TV Swasta Nasional, Jumat (17/9/2021). (***)

Berita Terkait

Merasa Dijebak dan Diperdaya, Tokoh Adat Papua Yasinta Moiwend Minta Film ‘Pesta Babi’ Dihentikan
Koops TNI Habema Siapkan Evakuasi dan Kejar Pelaku Pembunuhan Delapan Pendulang Emas di Yahukimo
De Mantap Soroti Polisi Diduga Menjadi Broker Proyek Ijon Bekasi
Quick Response TNI Pascaserangan Brutal OPM terhadap Warga Sipil di Camp Wini Kalikuluk MP 69
Penembakan di Papua: Dua Insiden Berbeda, Tidak Saling Berkaitan
Tim Patroli Keamanan Koops TNI Papua Tindak Tegas Anggota OPM di Nabire
Kodim 1710/Mimika Tegaskan Proses Sesuai Prosedur Hukum
TNI Gagalkan Serangan Kelompok Bersenjata di Tembagapura

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:12 WIB

Merasa Dijebak dan Diperdaya, Tokoh Adat Papua Yasinta Moiwend Minta Film ‘Pesta Babi’ Dihentikan

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:25 WIB

Koops TNI Habema Siapkan Evakuasi dan Kejar Pelaku Pembunuhan Delapan Pendulang Emas di Yahukimo

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:23 WIB

De Mantap Soroti Polisi Diduga Menjadi Broker Proyek Ijon Bekasi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:04 WIB

Quick Response TNI Pascaserangan Brutal OPM terhadap Warga Sipil di Camp Wini Kalikuluk MP 69

Sabtu, 18 April 2026 - 09:55 WIB

Penembakan di Papua: Dua Insiden Berbeda, Tidak Saling Berkaitan

Minggu, 15 Maret 2026 - 12:20 WIB

Tim Patroli Keamanan Koops TNI Papua Tindak Tegas Anggota OPM di Nabire

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:08 WIB

Kodim 1710/Mimika Tegaskan Proses Sesuai Prosedur Hukum

Senin, 2 Maret 2026 - 19:20 WIB

TNI Gagalkan Serangan Kelompok Bersenjata di Tembagapura

Berita Terbaru