AiRadio Jogja

Radionya Kaula Muda Indonesia

Dugaan Mafia Pengoplos Gas Subsidi di Rumpin: Kampung Jabon dan Pasir Jeruk Disebut Jadi Lokasi Operasi Terorganisir

Minggu, 16 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SemeruPost,Rumpin, Kabupaten Bogor — Dugaan praktik pengoplosan gas LPG bersubsidi di Kecamatan Rumpin kembali mencuat, dengan fokus perhatian mengarah pada wilayah Kampung Jabon dan Pasir Jeruk. Informasi dari warga setempat mengindikasikan adanya aktivitas terorganisir yang diduga melibatkan jaringan pelaku pengoplosan gas berskala besar.

Berdasarkan pengamatan warga yang dihimpun oleh tim di lapangan, kegiatan pengoplosan diduga berlangsung nyaris setiap hari, mulai pukul 21.00 hingga sekitar pukul 06.00 pagi. Pada jam-jam tersebut, kendaraan pengangkut—antara lain mobil carry, mobil boks, engkel, dan truk bertutup terpal—tampak keluar masuk area permukiman dengan membawa tabung LPG berbagai ukuran, termasuk 3 kg, 12 kg, hingga 50 kg.

Pergerakan kendaraan yang intens pada waktu malam hingga dini hari ini menimbulkan dugaan kuat adanya aktivitas sistematis dan berulang.

Sejumlah warga menyebut beberapa individu yang diduga memiliki peran dominan dalam rantai pengoplosan tersebut, yakni Bos Agus, Ajis, Jiun, Dian, dan Hermanto. Semuanya dikatakan mengalami peningkatan kekayaan yang mencolok dalam waktu relatif singkat.

 

Seorang warga Pasir Jeruk yang enggan diungkap identitasnya menyampaikan:

“Rumah mereka sudah seperti istana, dan mobilnya ganti hampir setiap bulan. Warga di sini tahu persis sumber pendapatan mereka dari mana.”

Pernyataan ini memperkuat kecurigaan publik soal adanya keuntungan besar yang diperoleh dari kegiatan pengoplosan.

Hasil penelusuran lapangan menunjukkan bahwa modus yang digunakan merupakan pola klasik dalam kejahatan penyalahgunaan gas bersubsidi. Tabung LPG 3 kilogram yang disediakan pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah disedot isinya dan dipindahkan ke tabung 12 kilogram atau 50 kilogram. Produk hasil pengoplosan kemudian dipasarkan sebagai LPG nonsubsidi dengan harga jual normal.

Praktik ini bukan hanya merugikan negara dan publik, tetapi juga menyebabkan kelangkaan gas 3 kilogram di tingkat rumah tangga.

Seruan Warga agar Aparat Tingkat Tinggi Turun Tangan

Warga juga meminta agar Kapolri, Panglima TNI, dan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi turun langsung menangani kasus ini. Mereka menilai akar persoalan tidak cukup ditangani di tingkat lokal karena dugaan keterlibatan aktor-aktor yang memiliki pengaruh lebih luas.

“Kami butuh tindakan nyata, bukan hanya penertiban kecil-kecilan. Kalau akar masalahnya tidak disentuh, praktik ini akan terus hidup,” ujar seorang warga.

Isu mengenai jaringan pengoplosan gas di Rumpin sebenarnya bukan hal baru. Beberapa laporan serupa pernah muncul sebelumnya, namun belum terlihat tindakan yang cukup kuat untuk menuntaskan persoalan hingga ke tingkat pengendali utama.

Masyarakat berharap penyelidikan kali ini benar-benar berujung pada tindakan konkret yang mampu mengembalikan distribusi gas subsidi kepada mereka yang berhak, serta memutus jaringan mafia yang selama ini memanfaatkan celah sistem.

Berita Terkait

GAMKI Melaporkan JK ke Polda Metro Jaya, Buntut Video Mati Syahid
Polres Tanjung Perak Ungkap Kasus Peredaran Narkotika,4 Tersangka Diamankan
LSM Trinusa DPC Pasuruan Raya Mendesak Bupati Pasuruan Untuk Memperjuangkan Aspirasi Masyarakat Tretes Tolak Alih Fungsi Hutan
Kabiro Radar CNN Surabaya Dianiaya Oknum dari Ormas Sakera, DIRUT Siap Bawa Perkara Ini Ke Jalur Hukum.
Berita Foto: Panglima TNI Dampingi Presiden RI Resmikan 218 Jembatan untuk Perkuat Konektivitas Nasional
Bupati dan Sejumlah Kepala OPD Tidak Hadiri Tindak Lanjut Audiensi LP2B, LBIM Soroti Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto
Kapolres Kediri Lakukan Pembinaan Internal Saat Kunker di Polsek Gampengrejo
Kapolres Kediri Ikuti Kegiatan Penerimaan Tim Kunker Spesifik Komisi 3 DPR RI

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 11:06 WIB

GAMKI Melaporkan JK ke Polda Metro Jaya, Buntut Video Mati Syahid

Kamis, 9 April 2026 - 09:08 WIB

Polres Tanjung Perak Ungkap Kasus Peredaran Narkotika,4 Tersangka Diamankan

Senin, 30 Maret 2026 - 19:31 WIB

LSM Trinusa DPC Pasuruan Raya Mendesak Bupati Pasuruan Untuk Memperjuangkan Aspirasi Masyarakat Tretes Tolak Alih Fungsi Hutan

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:30 WIB

Kabiro Radar CNN Surabaya Dianiaya Oknum dari Ormas Sakera, DIRUT Siap Bawa Perkara Ini Ke Jalur Hukum.

Senin, 9 Maret 2026 - 15:54 WIB

Berita Foto: Panglima TNI Dampingi Presiden RI Resmikan 218 Jembatan untuk Perkuat Konektivitas Nasional

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:40 WIB

Bupati dan Sejumlah Kepala OPD Tidak Hadiri Tindak Lanjut Audiensi LP2B, LBIM Soroti Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto

Sabtu, 31 Januari 2026 - 19:45 WIB

Kapolres Kediri Lakukan Pembinaan Internal Saat Kunker di Polsek Gampengrejo

Sabtu, 31 Januari 2026 - 19:20 WIB

Kapolres Kediri Ikuti Kegiatan Penerimaan Tim Kunker Spesifik Komisi 3 DPR RI

Berita Terbaru

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan Jepang, H.E. Koizumi Shinjiro

Sosial & Politik

Panglima TNI Dampingi Menhan RI Terima Kunjungan Menhan Jepang

Senin, 4 Mei 2026 - 20:33 WIB