AiRadio Jogja

Radionya Kaula Muda Indonesia

Kepala Bakamla RI Hadiri FGD Universitas IPB : Bahas Perubahan UU Nomor 32 Tahun 2014

Kamis, 17 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan DPD RI

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan DPD RI

Bogor, SemeruPost – Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan DPD RI bekerja sama dengan Pusat Kajian Sumber daya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB) di ruang Executive Development Training Center (EDTC) PKSPL IPB, Bogor, Kamis (17/2/2022).

FGD mengangkat tema tentang Uji Sahih Rancangan Undang-undang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan. Acara yang dihelat secara hybrid, dibuka oleh Kepala LPPM IPB Dr. Ernan Rustiady M. Agr.

Di awal kegiatan Wakil Ketua DPD RI Letjen TNI (Purn) Dr. Nono Sampono, S. Pi., M. Si menyampaikan Keynote Speech tentang “Perubahan Lingkungan Strategis Kawasan Asia Pasifik dan Penatalaksanaan Sistem Keamanan Laut Melalui Revisi Terbatas UU No. 32 Tahun 2014 tentang Kelautan”.

Dijelaskan, saat ini Indonesia dihadapkan oleh ancaman Keamanan laut mulai dari aspek tradisional sampai dengan aspek pertahanan. Namun faktanya pengelolaannya khususnya dibidang Keamanan laut masih belum efektif khususnya dalam hal sinergitas dan kewenangan pada Bakamla yang dalam menjalankan tugasnya begitu besar.

Terdapat arahan Presiden yang pada intinya menghendaki perubahan yang baik dalam hal pengelolaan Keamanan laut di dalam tubuh Bakamla, oleh karena itu perlu ada regulasi yang mampu menyelesaikan permasalahan Keamanan laut saat ini.

“Terbentuknya Undang-undang nomor 32 tahun 2014 adalah inisiasi dari DPD RI, oleh karenanya perlu adanya penyempurnaan dalam Undang tersebut sebagai penguatan Bakamla dalam menjalankan tugasnya sebagai Indonesia Coast Guard, “jelas Letjen TNI (Purn) Dr. Nono Sampono.

Hadir narasumber dalam kegiatan FGD ini yakni pertama, Pakar Kelautan sekaligus Penasihat Utama PKSPL ITB Prof. Dr. Ir. Rokhimin Dahuri, MS yang menjelaskan tentang Sistem Hukum dan Kelembagaan Kamla di NKRI. Dijelaskan dalam paparannya, bahwa Bakamla perlu di optimalkan menjadi coast guard agar K/L teknis seperti KKP focus pada aspek teknisnya.

Narasumber kedua, Direktur Teknis Kepabeanan Ditjen Bea Cukai Ir. Agung Kuswandono, MA yang memaparkan Penataan Laksana Sistem Keamanan Laut Hukum Kelautan. Dijelaskannya, perjalanan perubahan Bakamla menjadi ketua kelas nantinya dalam Keamanan laut banyak dinamika yang terjadi, oleh karenanya perlu menjadi perhatian adalah perlu dipetakan antara lain adalah anggaran, kelembagaannya, tata laksananya, hubungan kelembagaannya. Kemudian, perlu ada pendekatan permasalahan siapa yang berwenang dan siapa yang menjadi leader. Selain itu juga perlu adanya pendekatan praktikal.

Narasumber ketiga, Kepala PKSPL IPB Dr. Yonvitner, M.Si yang memaparkan Penataan Sistem Keamanan Laut. Dijelaskannya, dalam penguatan Bakamla perlu diperhatikan prinsip-prinsip Keamanan laut di Indonesia yakni Spasial Temporal, Vertikal-horizontal, Inter Govermental, Socio Equity dan Integrated.

Di akhir kegiatan, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia menyampaikan bahwa penguatan Bakamla ini sudah direncanakan dan diinginkan oleh pendahulu Bakamla, bukan saat-saat ini. Bukan semata-mata keinginan Bakamla sendiri namun sudah pemerintah. Dan sudah jelas perintah Presiden, sudah sepatutnya kita royal kepada pimpinan. “Ini semua untuk NKRI,” jelas Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia.

Turut hadir puluhan peserta secara virtual akademisi dan seluruh kepala Dinas Kelautan dan Perikanan seluruh Indonesia. Hadir pula secara fisik pejabat Bakamla yakni Deputi Inhuker Laksda Bakamla Drs. I Putu Arya Angga, Deputi Jakstra Laksda Bakamla Tatit Eko Witjaksono, S.E., M.Tr. (Han), Direktur Hukum Laksma Bakamla Estu Raharjo dan Kasi Peraturan Perundang-undangan Letkol Bakamla M. Azhari, S.H. (***)

Berita Terkait

Wapang TNI dan Kasum TNI Hadiri Konferensi Pers Satgas Penertiban Kawasan Hutan
Wakil Panglima TNI Dampingi Menteri Pertahanan RI ke Pakistan
Wakil Panglima TNI Dampingi Menhan RI dalam Kunjungan Kerja di Bosnia dan Herzegovina
Wakil Panglima TNI Dampingi Menhan RI Kunjungan ke Turki
Wakil Panglima TNI Dampingi Menhan RI Pada Pertemuan 2+2 Perdana di Turki
Peran TNI dalam Ketahanan Pangan Mendapat Apresiasi Presiden
Rekonstruksi Pascabencana: Panglima TNI Prioritaskan Hunian, Jembatan, dan Layanan Publik
TNI Apresiasi Peran Strategis Pers dalam Bela Negara

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 18:54 WIB

Wapang TNI dan Kasum TNI Hadiri Konferensi Pers Satgas Penertiban Kawasan Hutan

Senin, 12 Januari 2026 - 20:26 WIB

Wakil Panglima TNI Dampingi Menteri Pertahanan RI ke Pakistan

Minggu, 11 Januari 2026 - 19:28 WIB

Wakil Panglima TNI Dampingi Menhan RI dalam Kunjungan Kerja di Bosnia dan Herzegovina

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:43 WIB

Wakil Panglima TNI Dampingi Menhan RI Kunjungan ke Turki

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:20 WIB

Wakil Panglima TNI Dampingi Menhan RI Pada Pertemuan 2+2 Perdana di Turki

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:15 WIB

Peran TNI dalam Ketahanan Pangan Mendapat Apresiasi Presiden

Senin, 29 Desember 2025 - 19:18 WIB

Rekonstruksi Pascabencana: Panglima TNI Prioritaskan Hunian, Jembatan, dan Layanan Publik

Senin, 22 Desember 2025 - 19:37 WIB

TNI Apresiasi Peran Strategis Pers dalam Bela Negara

Berita Terbaru