AiRadio Jogja

Radionya Kaula Muda Indonesia

Lima KST Tak Diakui Masyarakat Yahukimo Tewas Kontak Tembak dengan Marinir Adalah Anak Buah Kelompok Yotam Bugiangge

Sabtu, 16 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah 5 (Lima) orang dari Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua yang tewas akibat kontak tembak dengan Satgas Batalyon Marinir 7

Sejumlah 5 (Lima) orang dari Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua yang tewas akibat kontak tembak dengan Satgas Batalyon Marinir 7

Jakarta, SemeruPost – Sejumlah 5 (Lima) orang dari Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua yang tewas akibat kontak tembak dengan Satgas Batalyon Marinir 7 di wilayah Yahukimo, telah dimakamkan, pada hari Sabtu (16/9/2023).

KST yang meninggal tersebut adalah anggota dari kelompok Yotam Bugiangge, disertir TNI yang membelot menjadi KST di wilayah Nduga. Lima KST itu tewas saat kontak tembak dengan patroli aparat TNI yang sedang melaksanakan patroli lingkungan pos di Yahukimo Kamis, (14/9).

KST tersebut bukanlah masyarakat sipil atau penduduk Yahukimo. Hal ini dikuatkan oleh Kepala Suku Leo Ghiban yang berada di Dekai, yang sudah mengecek langsung kelima Jenazah tersebut dan memastikan mereka bukan penduduk Yahukimo.

Sementara itu, Kepala Penerangan (Kapen) Kogabwilhan III Kolonel Czi GN. Suriastawa dalam keterangannya Sabtu (16/07/2023), membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan kelima jenazah tersebut bukan masyarakat sipil Yahukimo, melainkan anggota KST kelompok Yotam Bugiangge, Batalyon Wesem Kowip III Kodap III Ndugama. Data-data sudah dicocokkan dengan data KST yang dimiliki semua aparat keamanan gabungan, dan sudah sesuai bahwa mereka anggota KST Papua.

Adapun kejadian kontak tembak berawal pada hari Rabu, 13 september 2023, pukul 12.10 WIT, berdasakan hasil pengamatan pos tentang adanya pergerakan beberapa orang di antaranya bersenjata laras panjang melintas di Sungai Braza, dan sebagian lagi ada keluar masuk gubuk di pinggiran sungai tersebut. Selanjutnya pukul 13.15 WIT aparat gabungan melanjutkan pengintaian lebih detail dan diputuskan untuk melaksanakan patroli. Di tengah patroli, aparat ternyata bertemu dengan KST di sungai Braza.

Tanggal 14 September 2023 tepat pukul 09.05 WIT, KST yang pertama kali melepaskan tembakan senjata api laras panjang dari dua sudut arah berbeda ke arah tim gabungan. Saat itu pula ada beberapa KST bermunculan dari gubuk, juga melepas tembakan ke arah aparat. Saat itu juga Dansatgas Gabungan memerintahkan untuk membalas tembakan. Dalam baku tembak, awalnya terlihat 4 orang KST meninggal di tempat. Sementara yang lainya berhamburan menyelamatkan diri masing-masing sambil membawa kabur senjata dari mereka yang sudah tewas. Menjelang beberapa saat, kontak tembak berhenti, sehingga aparat melanjutkan penyisiran, di mana terdapat 1 orang KST lagi yang ditemukan tewas.

“Karena tidak ada masyarakat Yahukimo yang mengaku sebagai keluarganya, maka Kodim, Polres bersama Pemda dan masyarakat setempat melaksanakan pemakaman terhadap kelima jenazah tersebut,” pungkas Kapen.

Adapun barang bukti yang tertinggal bersama lima orang KST tersebut berupa 1 magazen jenis SS1, 1 magazen jenis HK-47 dengan 4 butir Amunisi di magazen SS1, 1 unit HT Merk Hitachi beserta Charge, 5 buah Unit Handphone, Kartu BPJS atas nama Marnus Elopere dan Kartu keluarga sejahtera atas nama Yoel Giban, beberapa Aksesoris lambang bintang kejora seperti Tas Noken dan gelang, Pisau/Parang, Lampu center dan baterai A2 cadangan.

Pimpinan TNI telah melakukan penekanan bahwa operasi TNI hanya diperuntukkan untuk sasaran terpilih, yaitu KST bersenjata. Sementara masyarakat Papua harus tetap dilindungi dan dijaga hak-hak kehormatannya. Peristiwa tewasnya kima KST ini sangat disayangkan. Namun demikian penegakan hukum harus terus berjalan karena tingkat kriminalitas di wilayah Papua pegunungan sudah sangat tinggi. Penegakan hukum yang menegakkan lima KST diharapkan menjadi peringatan kepada KST lain agar meletakkan senjata, bertobat, serta kembali ke masyarakat untuk membangun negeri. (Penkogab3)

Berita Terkait

Kodim 1710/Mimika Gelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Prajurit TNI Menembus Medan dan Cuaca Ekstrem Temukan Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500
Danlanud Sultan Hasanuddin Pimpin Langsung Evakuasi Body Part Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500
TNI AU Turunkan 257 Personel dan 4 Alutsista dalam Operasi SAR ATR 42-500
Panglima TNI Tinjau Yonif TP 890/Gardha Sakti di Garut
Prajurit TNI Temukan Black Box ATR 42-500
Satu Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi ke Lanud Sultan Hasanuddin
Panglima TNI Resmikan Lapangan Serbaguna di Mako Kodam III/Siliwangi

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:51 WIB

Kodim 1710/Mimika Gelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:47 WIB

Prajurit TNI Menembus Medan dan Cuaca Ekstrem Temukan Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:40 WIB

Danlanud Sultan Hasanuddin Pimpin Langsung Evakuasi Body Part Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:59 WIB

TNI AU Turunkan 257 Personel dan 4 Alutsista dalam Operasi SAR ATR 42-500

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:04 WIB

Panglima TNI Tinjau Yonif TP 890/Gardha Sakti di Garut

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:44 WIB

Satu Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi ke Lanud Sultan Hasanuddin

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:20 WIB

Panglima TNI Resmikan Lapangan Serbaguna di Mako Kodam III/Siliwangi

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:11 WIB

Panglima TNI Resmikan Monumen Panser Saladin: Tumbuhkan Semangat Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Berita Terbaru